Rumah baru bukan berarti bisa menentukan kondisi rumah yang akan kita huni. Seperti rumah baruku yang berlokasi tidak pada sebuah perumahan di kota Surabaya tercinta. Rumah ini dulunya dikontrak oleh orang lain. Karena aku ingin pindah ke Surabaya, maka nenek memberikan rumah ini kepada keluargaku. Ayah dan Ibuku pun merenovasi rumah tersebut. Selama kurang lebih tiga bulan, perenovasian tidak kunjung selesai. Masalah utama terletak pada tukang. Lama banget kalau kerja. Dia butuh dua minggu hanya untuk mengerjakan sebuah kamar mandi kecil. Ayahku sangat marah. Dia dibayar untuk segera menyelesaikan pekerjaannya, bukan untuk memperlambat proses! Rumah baruku tidak sepenuhnya milikku (untuk saat ini). Sangat sulit dijelaskan karena aku tidak tahu masalahnya secara keseluruhan. "Urusan orang tua," begitu yang selalu dikatakan ibuku. Aku pun memilih untuk diam. Memang itu bukan hakku. Yang kusuka dari rumah ini adalah : letaknya yang tidak jauh dari sekolah. Aku bisa pergi ke sekolah naik angkot. Yang tidak kusuka : keadaan awal rumah ini sebelum pindah tangan ke orang tuaku, sangat kumuh! Benar-benar ciri khas kampung Surabaya. Aku berharap suatu saat nanti ibuku dengan kepiawaiannya menata rumah bisa menjadikan sekeliling rumahku nyaman dipandang.

